Lelucon Yang Tak Lucu.

Holla,

Rabu yang cerah walaupun sakit pinggang saya belum hilang. Istirahat siang saya sedikit terusik dengan ulah teman-teman di BBM Grup saya. Kesal dan tak habis pikir.

Saya senang dengan fasilitas milik smartphone yang milik orang banyak ini. BBM Grup yang berisi teman-teman yang seharusnya menjadi tempat memperpanjang silaturahmi berujung menjadi tempat sharing foto-foto atau jokes. Saya tidak keberatan, saya senang karena bisa menjadi bahan bacaan lucu atau sekedar mengetahui aktivitas teman-teman lainnya. Sampai di satu saat mayoritas kaum laki-laki nya senang memberikan jokes tentang sex atau alat kelamin manusia (human genital).

Jokes tentang sex atau gambar-gambar tentang kelamin manusia yang mayoritas di jadikan objek tertawaan adalah wanita/perempuan/gadis. Ingat tentang gambar karst yang menyerupai alat kelamin laki-laki dan wanita, ya itu juga saya pernah liat. Saya mengagumi bagaimana proses pembentukan alam yang luar biasa tapi jika diletakkan dengan konsep yang lain gambar karst tsb bukannya jadi bahan pelajaran malah jadi bahan orang untuk tertawa dan berimajinasi. Tak ada yang salah memang, bebas pada pikiran masing-masing orang. Satu-dua gambar mulai dari wanita sexy, gambar yang membuat imajinasi justru menjadi ‘jorok’ padahal gambarnya biasa saja, sampai gambar-gambar lain yang menyerupai alat kelamin wanita.

Hal ini pernah menjadi keberatan salah satu teman yang akhirnya leave dari grup yang seharusnya jadi ajang silaturahmi.  Alih-alih membuat orang berpikir, malah menjadi alasan bahwa pembaca memang berpikiran kotor. Kali ini saya yang cukup terganggu dengan gambar durian yang di buat seolah-olah adalah alat kelamin wanita. Bagi mereka yang laki-laki itu menjadi lelucon yang sangat menyenangkan. Buat saya dari kaum perempuan hal tersebut tidak lucu. Justru adalah sebuah pelecehan.

Saya sangat menyayangkan cara laki-laki yang tidak bisa menghargai wanita. Padahal dalam kehidupan laki-laki, ada ibunda, adik, kakak, istri dan bahkan anak yang berjenis kelamin wanita. Tidak kah mereka berpikir bahwa mereka melakukan pelecehan terhadap anggota keluarga mereka juga yang wanita. Tidak ada yang salah tentang sex dan alat kelamin manusia, semua manusiawi. Tapi tidak ada yang manusiawi ketika kita menjadi terbiasa tumbuh dengan melakukan pelecehan yang justru tidak disadari.

Kalau saja ada sekolah mengelola pikiran untuk laki-laki, saya yakin akan ada perbedaan pikiran tentang sex dan alat kelamin manusia. Dengan begitu pikiran mereka yang menyandang status atau gelar tentu akan berbeda. Mbo ya sekolah harusnya menjadikan kita berpendidikan dalam bersikap dan berpikir.

Sering saya baca bahwa wanita menjadi ‘kambing hitam’ atas pikiran-pikiran nakal kaum laki-laki. Begini saja, laki-laki mungkin menikmati sesuatu yang ‘nakal’ lalu mengapa tidak istri-istrinya menjadi ‘binal dan nakal’ bagi suaminya jadi tidak perlu banyak berpikir jorok kecuali mereka memang hypersex.

“Laki-laki yang hebat adalah laki-laki yang melindungi perempuan. Melindungi itu punya arti luas.” Melindungi juga berarti menghargai dan tidak melakukan PELECEHAN melalui hal-hal yang kalian pikir adalah LELUCON.

.Cheers.

Advertisements

2 thoughts on “Lelucon Yang Tak Lucu.”

  1. Nice sharing Girl…!!
    ..Tulisan mendeskripsikan Tingkat Kdewasaan sesorang, Menghargai Teman dengan saling mengingatkan atau Membenarkan saat salah..Menurut saya Itu “Dewasa”…saya sangat Menghargai tulisan anda…(y). ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s