Ibu

Yang pelukannya dalam legenda
Dan senyumannya adalah mimpi

Ibu, yang meninggalkanku tanpa pilihan. Selain menerima dan berjuang. Menerima saat aku tidur beralas kardus tanpa pelukanmu. Menerima aku menangis dalam gelap tanpa usapan tanganmu. Menerima aku lapar tanpa masakan cintamu.

Ibu, yang memberikanku kehidupan nyata.
Untuk berjuang. Berjuang menjadi dewasa lebih awal dari waktunya. Berjuang untuk tidak mengeluh saat aku kesepian. Berjuang mengatasi masalah dengan senyuman.

Yang pelukannya aku puja
Dan senyumannya aku damba

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s