Pencapaian Hidup.

Hidup tidak melulu tentang kesenangan tidak juga tentang kesedihan. Buat saya tentang bagaimana menjalani dan menerima kesenangan dan kesedihan dengan rasa yang positif.

Saya pribadi merasa saat ini saya berada pada posisi kenyamanan dalam hidup saya. Saat saya single dan masih penuh obsesi tentang kehidupan dunia, saya merasa hal-hal pencapaian-pencapaian seperti seberapa banyak negara yang sudah kita singgahi, seberapa banyak baju-tas-sepatu bert-merk yang sanggup dibeli, seberapa canggih peralatan komunikasi yang dimiliki. Atau kita sebut prestise.

Jelas diingatan saya iming-iming sekolah ke luar negeri atau mendapatkan internship diluar negeri saat kuliah akan menjadi hal yang membanggakan dan terlihat keren. Masih segar diingatan saya kesenangan-kesenangan pergi ke luar negeri saat punya uang sendiri. Kalau boleh jujur pasti ada obsesi-obsesi seperti itu dihidup saya. Pasti.

Hidup membawa ceritanya yang lain buat saya, terlebih setelah menikah dan melaksanakan umroh banyak hal-hal yang tadi nya secara dunia ingin dilakukan mendadak hilang. Jejak obsesi saya kian meluntur walau semangat untuk menelusuri Indonesia masih ada tapi bentuk nya sudah bukan berupa keharusan dalam hidup melainkan bonus.

Melihat cerita hidup orang lain dan tentang pencapaian-pencapaiannya di dunia sungguh membuat saya senang. Banyak junior saya semasa kuliah berhasil melanjutkan studi s-nya ke berbagai negara, atau mereka yang melakukan internship atau mereka yang hanya sekedar berziarah alam ke negara-negara lain. Bangga. Senang. Excited.

Pernah saya baca artiket tentang Apakah anak-ku harus rangking 1? Kemudian anak tersebut menjadi obsesi orang tuanya yang ingin anaknya mendapat ranking.

“Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

Mungkin saya hasil produk jaman yang sama di mana angka menjadi momok buat saya. Saya pintar dalam banyak hal walau secara akademis saya biasa saja. Saya mungkin bukan orang yang tepat untuk bertanya bagaimana membuat Pertanian Indonesia lebih maju *edisi mahasiswa* atau bagaimana caranya membuat kerajinan tangan yang bagus *edisi pelajaran prakarya sd* atau bagaimana caranya mendapatkan kerja di luar negeri *edisi fresh graduate*. Saya percaya setiap pribadi adalah pintar. Hal-hal yang mungkin tidak bisa ditanyakan di banyak orang mungkin bisa ditanyakan ke saya. We never know.

Saya tidak perlu jadi orang yang bisa ke luar negeri untuk melanjutkan s-nya atau menjadi orang yang tercantum dalam credit title sebuah penemuan atau orang yang di elu-elukan banyak orang. Saya cukup menjadi pribadi yang membuat nyaman orang-orang di-inner circle saya, pribadi yang penuh rasa syukur, pribadi yang unik 🙂

Ini saya, kalau kamu pasti beda kan? This is life.

Cheers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s