Bahagia Atau Tidak? Hidup.

Long time no post. Been very happy lately.

Berbicara tentang bahagia, menurut saya, bahagia adalah ketika bisa mensyukuri keadaan yang dihadapi sekarang baik dalam keadaan yang enak maupun tidak. Apalagi kalau kita merasa hidup kita penuh berkah dari Sang Pencipta.

Seringkali saya berucap kehidupan tidak selalu tentang kesedihan/kemalangan/ketidakbahagiaan tetapi juga tentang kebahagiaan. Hidup saya pun tidak selalu tentang senang atau sedih. Ketika saya merasa bahagia sekarang definisi saya tentang bahagia berubah bukan lagi hanya karena dapat bonus, atau bisa jalan-jalan atau senang-senang tapi lebih kepada saya mensyukuri nikmat kehidupan. Senang atau tidak.

Perjalanan ke rumah Sang Pencipta beberapa bulan lalu memancang dengah kokoh keyakinan saya terhadap kehidupan, terhadap Sang Pencipta. Apapun yang terjadi di kehidupan memang sudah dituliskan dari awal. Takdir begitu kita seringkali menyebutnya. Tapi memahami dan menerima takdir adalah hal lain yang harus dipelajari. Mungkin dibeberapa banyak fase hidup saya dimana orang-orang mengasihani apa yang terjadi dengan saya. Seiring waktu seiring saya belajar, bukan penyesalan yang ada tapi saya justru bersyukur karena kalau bukan karena masa lalu, masa kelam saya, saya tidak akan sampai di titik sekarang. Saya belajar hidup memang bukan untuk bersenang-senang sekarang. Pepatah “berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” benar adanya. Saya belajar hidup di dunia untuk bekal saya di akhirat. Saya belajar bekerja pun ibadah agar saya bisa menabung hasil perjuangan saya untuk naik haji. Jelas sekali saya tidak mau bersenang-senang sekarang bersakit-sakit kemudian.

Hidup seperti halnya roda berputar, ada saatnya di atas dan di bawah. Lebih mudah saat di atas kita lupa segalanya, hanya tau senang-senang. Sedangkan saat dibawah dan diberikan cobaan, acungkan tangan ketika merasa hidup tidak adil, kenapa susah terus, kenapa miskin terus, kenapa prihatin terus, seperti itu kah yang akan muncul dipikiran-pikiran. Tapi saya selalu percaya tidak mungkin Sang Pencipta memberikan sesuatu tanpa suatu alasan, tanpa suatu yang dapat dipelajari. Jadi ketika merasa hidup diberikan cobaan, berpositiflah.

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Cheers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s