Nichkhun Vs. Ariel?

Judulnya cukup bikin penasaran ya. Tapi sebenernya bukan pribadinya yang akan saya bahas tapi permasalahan mereka berdampak pada karir dan bagaimana perlakuan media terutama televisi terhadap mereka. Mereka sama-sama public figure di dua negara berbeda. Indonesia dan Korea.

Saya mungkin termasuk kedalam golongan orang-orang yang tidak menonton televisi lokal. Alasan mendasar adalah acara-acara yang disajikan seringkali tidak mendidik dan berlebihan. Jadinya saya banyak membaca berita dari situs-situs berita. Berita terhangat minggu ini adalah tentang bebasnya Ariel dan kecelakaan Nichkhun.

Ariel bebas bersyarat setelah menjadi terpidana kasus penyebaran video porno pada Senin, 23 Juli 2012. Ariel dibebaskan setelah menjalani dua pertiga dari masa hukumannya. Bebasnya Ariel begitu digembar-gemborkan media sampai menggelar jumpa pers. Saya pribadi tidak peduli mengenai masalahnya tapi yang saya pedulikan adalah bagaimana media menyampaikan berita-berita tentang video porno Ariel.  Suatu ketika saat masalah ini heboh, saya sedang menonton TV dengan adik saya tidak terbayang betapa tidak nyamannya saya berita-berita yang ada tentang kasus video tersebut. Menjadi perhatian saya karena saya tidak mau adik saya akhirnya yang tadinya tidak mengerti apa itu video porno menjadi tau apa itu video porno. Pilihan terbaik adalah mematikan TV. Perasaan itu pun muncul kembali saat berita kebebasan Ariel. Banyak fans yang menyambutnya bak pahlawan tapi itulah fans. Saya hanya sangat menyayangkan bagaimana media memberikan kebebasan informasi mengenai pelaku video porno. dan seingat saya Ariel tidak pernah meminta maaf kepada publik. Mungkin meminta maaf pada publik tidak akan mengubah keadaan tapi paling tidak membuat saya maupun orang lain tahu bahwa dia melakukan kesalahan dan menyesal. Ada perasaan sincere.

Sebenarnya ini tidak berlaku hanya untuk Ariel, saya berharap stasiun TV dan public figure di Indonesia bisa menjual nilai-nilai yang lebih baik. Saya berharap berita, gosip, lawakan, sinetron, acara musik, berita, talk show, bisa lebih dari sekedar berita-berita kacangan atau lawakan olga yang tidak pernah lucu. Saya berharap filter public figure yang terjerak narkoba, sex bebas atau perilaku ajaib lainnya terhadap media-media di Indonesia.

Agaknya bagaimana stasiun TV di Korea berlaku lebih ketat ketimbang di negara saya sendiri. Justru nilai yang sangat saya hormati. Baru-baru ini kasus Nichkhun 2PM yang terlibat di kecelakaan yang bisa dibilang minor langsung me’mati’kan sementara segala yang berhubungan dengan keartisan si artis. Nichkhun mengalami kecelakaan dengan sepeda motor pada 24 Juli 2012 setelah mengemudikan mobil dibawah pengaruh alkohol. Batas alkohol yang berlaku di Korea adalah 0.05% dan kadar alkohol Nichkhun adalah 0.056%. 2 hari kemudian pernyataan permintaan maaf disampaikan langsung oleh sang artis via jejaring sosial twitter. Tergambar jelas ketulusan dan penyesalan Nichkhun.

I would like to write this letter of apology for such an irresponsible act. To the injured person, his family, the people of Korea, my fans, JYPE family and staffs, 2PM members, and all the people this situation has affected. I have betrayed the ones who have given me their love and support, the love and support I don’t deserve with such behavior. I feel the need to take some time off to re-think about my action and myself, to make myself a better person and never again repeat the same mistake. I am truly ashamed that I have disappointed so many, and I am deeply sorry.

Media Korea dengan cepat meng-edit segala acara yang menggunakan Nichkhun. Terbukti pada acara Idol Star Olympics, iklan Carribeean Bay dan segala aktivitas yang menyangkut si artis dibatalkan atau di-edit. Awalnya saya merasa semua itu berlebihan. Tapi memang itulah yang harus dilakukan, tetap menayangkan si artis yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol memberikan gambaran apa yang dilakukannya adalah benar tapi dengan meng-edit dan menghentikan acara yang berhubungan dengan si artis merupakan bentuk pernyataan bahwa mengemudi di bawah pengaruh alkohol tidak dibenarkan. Artis tersebut kemudian menghilang dari layar kaca untuk berpikir akan tindakannya.

Hal ini bukan hal baru bagi penggemar Kpop. Kasus tabrakan Daesung juga membuat Daesung berhenti sementara dari aktivitas keartisannya. Terlebih stasiun TV Korea memiliki daftar hitam artis-artis yang tidak boleh tayang di stasiun TV mereka. Umumnya mereka yang tersangkut masalah penggunaan narkoba. Buat saya hal-hal seperti ini merupakan bentuk perlindungan bagi para penonton.

Buat saya pribadi, saya sudah hampir tidak pernah nonton stasiun TV di negara saya. Saya berharap stasiun TV bisa mendidik penontonnya dengan memberikan tontonan-tontonan yang bermanfaat, positif dan penuh nilai-nilai kemanusiaan. Semoga itu harapan yang bukan hanya harapan.

.Cheers.

:: Credit on the picture ::

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s